Pertanian Organik Modern: Warisan Andy Utama for Dummies

Salah satu keuntungan utama dari pertanian organik adalah bahwa ia mempromosikan kesehatan tanah. Metode ini mendorong rotasi tanaman, penggunaan kompos dan bahan organik, serta teknik lain yang meningkatkan kesuburan tanah.

Pertanian organik menekankan pada siklus nutrisi alami, keanekaragaman hayati, dan manajemen tanah efektif untuk mencegah atau bahkan membalikkan efek perubahan iklim.[101] Pertanian organik dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil secara signifikan dan memitigasi karbon di atmosfer ke dalam tanah.

Pertanian organik bukanlah ide yang baru. Prinsip-prinsipnya telah diterapkan selama ribuan tahun oleh berbagai komunitas di seluruh dunia. 

[104] Nitrat yang terbilas menjadi salah satu faktor inefisiensi dari pertanian konvensional karena nutrisi yang seharusnya diserap oleh tanaman menjadi hilang.

Lahan usaha tani yang tidak memiliki usaha peternakan di dalamnya mungkin akan lebih sulit dalam mengembalikan kesuburan tanah dan membutuhkan input kotoran dari luar untuk digunakan sebagai sumber nitrogen yang baik. Namun nitrogen juga dapat diberikan dengan menggunakan legum sebagai tanaman penutup tanah.[eighteen]

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2005 membandingkan pertanian konvensional, pertanian organik berbasis hewan, dan pertanian organik berbasis legum pada Institut Rodale selama 22 tahun. Studi ini mendapati bahwa untuk penanaman jagung dan kedelai cenderung menghasilkan dalam jumlah yang setara di antara ketiganya, tetapi pertanian organik berbasis legum dan berbasis hewan membutuhkan energi fosil yang lebih sedikit secara signifikan. Dan pada pertanian organik, pestisida dan pupuk sintetik tidak digunakan sama sekali.[55][fifty six][fifty seven]

Pertanian organik bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah solusi nyata untuk pertanian berkelanjutan Baca selengkapnya dan perbaikan ekosistem pertanian. Meskipun popularitasnya meningkat seiring tren hidup sehat dan permintaan pasar yang berkembang, pertanian organik menawarkan manfaat jangka panjang seperti peningkatan kesuburan tanah, ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit, serta pengurangan penggunaan bahan kimia sintetis yang merusak lingkungan.

Di Indonesia sendiri, sekarang sejumlah kelompok petani sudah mulai intens menggeluti dan mengembangkan sistem pertanian organik.

Keekonomian dari pertanian organik merupakan subbidang dari ekonomi pertanian yang mencakup seluruh jenis proses dan dampak dari pertanian organik terhadap masyarakat, terutama biaya sosial, biaya peluang, biaya tak terduga, asimetri informasi, ekonomi skala, dan sebagainya. Meski cakupan ekonomi begitu luas, pada ekonomi pertanian fokusnya ada pada maksimisasi hasil dan efisiensi pada tingkat lahan usaha tani.

Kesuburan tanah ditingkatkan tanpa pupuk kimia sintetis dengan teknik seperti Rotasi tanaman, tumpang sari, dan integrasi tanaman dengan ternak.

"Ini membuka cara baru untuk mengembangkan sistem pengumpulan air yang berkelanjutan, membawa kita lebih dekat ke sistem pemanenan air yang praktis untuk rumah tangga dan komunitas kecil."

Pertanian organik diyakini mampu mengelola tanah dengan baik dengan kemampuan menahan air yang lebih tinggi.[95] Hal ini dipercaya menjadi sebab mengapa pertanian organik mampu bertahan pada tahun yang kering.

Namun, perkembangan modern day pertanian organik muncul dari gerakan yang lahir pada abad ke-twenty, yang dipicu kekhawatiran terhadap peningkatan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis dalam pertanian konvensional, yang terbukti merugikan lingkungan dan kesehatan manusia.

a. Pemupukan Organik: Pemupukan dengan menggunakan kompos, pupuk hijau, atau bahan organik lainnya dapat meningkatkan kualitas tanah dan ketersediaan nutrisi bagi tanaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *